Obama dan Raja Salman (foto),
Amerika Serikat dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) telah sepakat mengadakan patroli laut bersama untuk menghadang pengiriman senjata ilegal dari Iran ke Yaman yang ditujukan pada pemberontak Syi'ah Houthi.

Sekretaris Jenderal GCC, Abdullatif al-Zayani pada Rabu (20/4) mengungkapkan kesepakatan ini melalui konferensi pers di Riyadh bersama dengan Menteri Pertahanan AS, Ash Carter, usai pertemuan antara Carter dengan para menteri pertahanan dari Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Oman.

Iran selama ini membantah tuduhan penyelundupan senjata ke Yaman, yang kerap dilontarkan oleh negara-negara Teluk. Iran diduga membantu persenjataan dan pelatihan pemberontak Syi'ah Houthi di Yaman.

Awal bulan ini, patroli AL Amerika berhasih menyita ribuan pucuk senjata dari sebuah perahu yang menuju Yaman. Diduga kuat berasal dari Iran untuk Houthi.

Dalam pertemuan itu Carter meminta negara-negara Teluk berbuat lebih untuk melawan ISIS. Ia juga menegaskan kembali komitmen AS terhadap stabilitas keamanan di kawasan Teluk, serta kerja sama peningkatan pertahanan rudal di kawasan.

Carter berjanji AS akan melanjutkan upayanya untuk menanggapi gangguan keamanan yang dilakukan Iran di wilayah tersebut.

Para menteri pertahanan negara-negara Teluk mengadakan pertemuan dengan Carter menjelang KTT GCC yang juga dihadiri Presiden AS, Barack Obama pada Kamis (21/4).

Obama tiba di Riyadh pada Rabu kemarin untuk bertemu dengan Raja Salman dan sejumlah pejabat tingkat tinggi Saudi.

Pertemuan Raja Salman dan Obama juga masih membahas mengenai kestabilan kawasan di tengah ancaman Iran.

Kunjungan Obama kali ini diprediksi menjadi upaya AS untuk mengurangi gap perbedaan kepentingan dengan. Dimana para pemimpin Teluk sejak lama "kecewa" dengan politik luar negeri rezim Obama yang lembek pada Iran. (Al-Arabiya/CNN Indonesia/Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.