Raja Salman dan Obama
Pemerintah Arab Saudi telah mengancam akan menjual asetnya di Amerika Serikat (AS) senilai 750 miliar Dollar (sekitar Rp 10 ribu triliun), jika Kongres AS meloloskan sebuah RUU yang bisa membuka peluang hukum menyeret Saudi agar ikut bertanggung jawab karena dituduh "memiliki keterlibatan dalam serangan 11 September".

Surat kabar New York Times, seperti yang dikutip Reuters, melaporkan bahwa menteri luar negeri Adel al-Jubeir mengatakan kepada anggota Kongres AS akan hal tersebut.

"Arab Saudi terpaksa menjual sekitar 750 milyar Dollar dalam bentuk surat berharga dan aset-aset lainnya di Amerika Serikat sebelum terancam dibekukan oleh pengadilan AS (karena resiko dituduh terlibat serangan 11/9)", ancam al-Jubeir.

RUU yang rencananya disahkan Komite Hukum Senat AS itu, akan mencabut kekebalan pemerintah asing dari resiko diperkarakan ke meja hukum dalam kasus "keterlibatan serangan teroris di tanah Amerika".

Menurut New York Times, ancaman Saudi telah menjadi bahan diskusi intens selama beberapa pekan terakhir antara anggota Kongres dengan pejabat Departemen Luar Negeri dan Pentagon.

Bahkan pemerintah presiden Obama telah melobi Kongres untuk membatalkan bagian dimaksud dari RUU.

Sementara Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan terus berdiri untuk membela para korban.

"Kami tetap berkomitmen untuk mengadili para teroris dan mereka yang menggunakan terorisme untuk melestarikan ideologi jahat mereka", kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby.

Pada bulan September hakim AS menolak tuntutan tuduhan terhadap Arab Saudi oleh keluarga korban serangan.

Pengadilan menyatakan bahwa Kerajaan memiliki hak kekebalan dari tuntutan ganti rugi apapun oleh keluarga korban maupun perusahaan asuransi yang ikut membayar kerusakan.

Dalam serangan 11 September, AS menyalahkan al-Qaeda sebagai pelakunya, sehingga Bush kemudian menyerang Afghanistan.

Namun dokumen pengadilan AS yang bocor beberapa bulan lalu, juga menyebut adanya keterlibatan Iran dan organisasi teroris Hezbollah dalam memberi "kemudahan" bagi al-Qaeda untuk melakukan pelatihan, persiapan dan berakhir dalam serangan pada Amerika.

Belum jelas seperti apa tuduhan maupun bukti adanya keterlibatan Arab Saudi "dalam menyerang Amerika", atau kaitan Riyadh dengan al-Qaeda saat itu. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.