Kekurangan air di Somalia (Reuters)
Laporan PBB menyebut bahwa ribuan orang di Somalia utara terancam oleh kematian setelah kekeringan akibat El Nino, dengan curah hujan rendah serta kekurangan bantuan kemanusiaan.

Sekitar 1,7 juta warga, atau 40 persen dari penduduk di kawasan Puntland dan Somaliland di Somalia utara, yang berstatus semi-otonomi, membutuhkan bantuan darurat.

Sebanyak USD 105 juta bantuan untuk Somalia pada tahun ini. Nilai ini hanya didapatkan 11 persen dari pengajuan sebelumnya sebanyak USD 885 juta.

Kekeringan parah berimplikasi pada kelangkaan air dan berkurangnya padang rumput, sehingga menyebabkan ternak mati. Banyak warga terpaksa harus berhutang hanya untuk bertahan hidup.

"Kematian terkait kurang gizi telah dilaporkan di kawasan Awdal", kata laporan, sebuah kota di barat laut Somalia.

"Tanpa akses ke layanan kesehatan darurat, air dan sanitasi, ribuan orang bisa menghadapi kematian karena sebab-sebab yang seharusnya bisa dicegah", jelas PBB.

Badan bantuan menemukan kesulitan untuk mengumpulkan dana bagi jutaan warga yang dilanda kekeringan di wilayah Afrika yang terkena dampak fenomena laut El Nino paling parah dalam beberapa dekade ini.

Kekeringan bisa makin memburuk di Somalia utara hingga beberapa bulan mendatang karena diprediksi curah hujan Somalia dari Maret hingga Juni akan rendah.

"Sekaranglah waktunya untuk mendanai, untuk kembali dari titik balik, menghindari krisis yang lebih besar dan mencegah hilangnya nyawa", kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Somalia Peter de Clercq dalam sebuah pernyataan.

Kekerasan yang terus terjadi Somalia antara kelompok Asy-Syabab dan pemerintah yang didukung Uni Afrika menyebabkan banyak warga sipil meninggalkan rumah mereka. Pertempuran juga menghambat masuknya bantuan dan mendongkrak harga-harga kebutuhan dasar. (Antaranews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.