Jalur-jalur bawah tanah
Warga Israel di dekat perbatasan Gaza tengah resah, was-was dan terganggu dengan suara-suara misterius yang mereka dengar beberapa waktu belakangan.

Yang lebih menakutkan bagi mereka adalah sumber suara tersebut yang diduga berasal dari pekerjaan penggalian jaringan terowongan bawah tanah oleh para pejuang Hamas dan berhasil menembus hingga ke wilayah Israel.

"Ada ketakutan dan kecemasan. Ini termasuk perang psikologis, Hamas mencoba menakuti kami, dan mereka berhasil", kata Arnon Nirim, warga Kibbutz Nirim, yang terletak sekitar 2 km dari perbatasan Gaza.

Tak diragukan lagi bahwa sejak serangan besar-besaran Israel selama 50 hari ke Gaza pada Juli-Agustus 2014, Hamas telah kembali melakukan pekerjaan untuk membangun jaringan terowongan bawah tanah besar-besaran.

Bahkan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengklaim jika pejuang Gaza telah membangun terowongan 2 kali lipat lebih banyak daripada era perang Vietnam.

Sebelumnya Haniyeh pernah menyebut bahwa fasilitas bawah tanah ini juga akan menjadi perlindungan bagi warga sipil Gaza.

Pembangunan jaringan terowongan bawah tanah oleh Hamas secara besar-besaran dipandang sebagai strategi militer baru dari penguasa Gaza ini untuk menghadapi ancaman serangan Israel.

Meski demikian, pekerjaan Hamas tersebut dilakukan secara terbuka dan tidak disembunyikan dari militer Israel yang bisa dilihat dari pos pengawasan.

"Kami bisa melihat Hamas menggali dari pos (pengawasan) kami. Mereka tidak berusaha menyembunyikannya dari kami", kata seorang pejabat militer kepada The Guardian.

Ia juga menyatakan akan menindaklanjuti semua laporan dari warga Israel yang mendengar suara di sepanjang perbatasan Gaza. Namun pejabat tersebut mengaku tidak mengetahui apakah jaringan terowongan Hamas telah mencapai Israel atau belum.

"Kami menindaklanjuti setiap laporan dari warga dan tentara dengan serius... (Tapi) Sampai hari ini, kami tidak tahu jika terowongan telah masuk hingga wilayah ke Israel", jelasnya.

Dalam serangan 2014, militer Israel menemukan bahwa jaringan terowongan bawah tanah Hamas sangat rumit dan membuat para pejabat Israel terkejut.

Saat perang itu, angkatan bersenjata Israel IDF mengklaim berhasil menghancurkan puluhan jalur terowongan dan berhasil mencapai tujuan militernya, namun banyak pihak yang skeptis dengan klaim IDF.

Terowongan bawah tanah selain untuk keperluan strategi militer, Hamas juga menjadikannya sebagai jalur penyelundupan dari luar, terutama dari Mesir.

Menurut seorang komandan Hamas, Abu Hamza, dalam pernyataannya beberapa bulan lalu kepada situs al-Khareej, Israel akan dibuat terkejut oleh sistem terowongan ini.

"Pada pertempuran di masa mendatang, Israel akan terkejut dengan ketangguhan dan ketahanan terowongan ini, karena bisa menahan tembakan dan bom dari pesawat atau tank-tank Israel", klaimnya.

Sistem terowongan juga berguna saat menyerang dengan roket dan melakukan operasi rahasia menculik tentara Israel. Selain itu juga menyebabkan para pejuang tidak terdeteksi oleh teknologi penginderaan militer Israel.

IDF sendiri telah mendapat bantuan jutaan Dollar dari Amerika Serikat untuk mengatasi ancaman terowongan Hamas. Dan sering melancarkan operasi kecil serangan udara ke Gaza.

Israel menuduh bahwa berbagai bahan bangunan untuk rekonstruksi Gaza pasca perang 50 hari sengaja dipakai Hamas untuk membangun terowongan bawah tanah.

Serangan IDF besar-besaran terakhir ke Gaza tersebut telah membunuh 2.300 warga Palestina, yang sebagian besar adalah warga sipil. Merusak dan menghancurkan hingga 100 ribu bangunan.

Seorang petani Israel di perbatasan mengaku jenuh dengan peperangan selama ini.

"Secara pribadi saya tidak ingin melihat reaksi Israel. Gambar-gambar (dari Gaza) dalam perang terakhir yang begitu kejam membuat saya tidak ingin melihat konfrontasi lain lagi", ujar Shaike Shaked. (The Guradian/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.