Acara ceramah di Filipina
Kepolisian Filipina masih menyelidiki motif dan dari kelompok mana yang bertanggung jawab atas upaya pembunuhan Ulama Saudi, Dr. Aidh al-Qarni.

Zamboanga, lokasi penembakan, merupakan sebuah kota berpenduduk mayoritas Islam di sebelah selatan pulau Mindanao.

Dr. al-Qarni bersama atase bidang keagamaan kedutaan Saudi, Turki Assaegh, ditembak seusai memberikan ceramah dan hendak masuk ke mobil. Pelaku kemudian ditembak mati oleh polisi setempat.

Materi forum Islam di universitas negeri Mindanao Selatan atau Western Mindanao State University (WSMU) oleh Dr. al-Qarni disebut menyinggung tentang bahaya kelompok sesat Syi'ah yang dapat berkembang di Filipina.

Polisi daerah Zamboanga mengidentifikasi pelaku bernama Rugasan Misuari III, berusia 21 tahun. Seorang mahasiswa teknik WMSU.

Polisi juga menahan dan meminta keterangan 2 orang lainnya yang terlihat bersama Misuari di acara tersebut sebelum terjadi penembakan. Keduanya bernama Junaidi Saleh and Mujir Abubakar yang disebut mencoba kabur pasca penembakan.

Menurut media Saudi, Arabnews, beberapa tokoh Islam di Filipina menyatakan bahwa serangan diatur oleh agen-agen pendukung Iran di negara tersebut.

Dr. al-Qarni mengalami 3 luka tembak di bahu, lengan dan dada, sedangkan atase Turki Assaegh terluka di bagian kaki.

Nama al-Qarni juga pernah masuk dalam daftar 17 Ulama Saudi yang menjadi target pembunuhan ISIS di dalam majalah propaganda Dabiq.

17 Ulama tersebut dianggap sebagai para "gembong kekafiran" yang mendukung "rezim Thoghut" Arab Saudi. ISIS menyerukan para pendukungnya untuk membunuh mereka.

Menurut media Filipina, polisi belum menyimpulkan dugaan keterkaitan pelaku sebagai pendukung ISIS, Syi'ah atau yang lainnya, termasuk motif serangan apakah ada hubungannya dengan kelompok tertentu atau hanya masalah pribadi. (rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.