Pembelot ISIS
Beredar sebuah video yang disebar oleh kelompok pejuang oposisi Faylaq Syam berisi puluhan anggota ISIS yang menyatakan diri membelot.

Salah satu pembelot mengeluhkan perlakuan buruk yang mereka terima dari ISIS. Seperti dituduh telah "murtad" dan dimatai-mati karena dicurigai, membuatnya memutuskan membelot.

ISIS juga disebut telah membunuhi orang-orang yang dianggap berkhianat kepada Ibrahim al-Baghdadi.

"Mereka membunuhi kami, mereka menganggap kami telah murtad. Dan terus mengganggu kehidupan kami, bahkan saat di rumah, ISIS mencurigai kami. (Padahal) kami mendukung mereka, tapi malah terus dicurigai", ujar seorang pria anonim dalam video yang dimuat Reuters.

ISIS memang sangat sensitif soal dugaan upaya pembelotan atau kabur dari wilayahnya. Eksekusi mati dan tuduhan "murtad" dilaporkan telah dialami oleh para anggota mereka dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bahkan seorang anak pernah mengeksekusi mati ibunya karena meminta untuk keluar dari ISIS. Sang ibu dibawa ke pengadilan ISIS dan divonis "murtad", sehingga dilakukan eksekusi mati oleh putranya sendiri yang setia pada al-Baghdadi itu.

Ali Saqr, 21 tahun, menembak mati ibunya di depan umum. Sebelumnya sang ibu menyatakan bahwa kemungkinan ISIS akan terus diserang sampai hancur oleh koalisi Amerika, lalu ia meminta putranya segera meninggalkan ISIS.

Saqr malah mengadukan ibunya pada ISIS, dan dengan tuduhan "murtad" membuat eksekusi mati dilakukan.

Sementara laporan langsung yang Risalah terima, anggota ISIS yang masuk dalam daftar kecurigaan akan mengalami kesulitan dalam bergerak, seperti halnya di massa rezim Assad. Bahkan mereka (yang baru sebatas dicurigai) memiliki kemungkinan besar akan dikirim ke medan pertempuran garis depan dengan resiko kematian tinggi.

Berbagai percobaan pembelotan yang gagal menyebabkan eksekusi massal ISIS terhadap anggotanya sendiri.

Mereka yang ingin keluar dari ISIS rata-rata mengeluhkan keadaan kehidupan wilayah ISIS yang tak sesuai dengan video propaganda dan janji manis para perekrut. Selain itu yang paling utama adalah ketidaksetujuan pada mudahnya ISIS memvonis "murtad" dan "kafir". (CNN Indonesia/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.