Militan al-Muthanna afiliasi ISIS
Pertempuran sengit meletus pada Senin kemarin antara pejuang oposisi melawan kelompok cabang ISIS, Liwa Syuhada Yarmouk (LSY), di daerah Heett, pinggiran provinsi Dara'a.

Serangan militan ISIS berhasil dipukul balik oleh pejuang setempat, menurut sumber lokal kepada Orient-news.

Pertempuran mengakibatkan banyak anggota LSY tewas dan terluka, sementara beberapa militan justru membelot dari ISIS, kata sumber itu.

Dalam perkembangan lainnya, banyak pula anggota grup al-Muthanna (afiliasi ISIS) membelot dari kelompoknya karena para komandan mereka berbaiat pada Ibrahim al-Baghdadi, pemimpin tertinggi ISIS.

Diperkirakan ada 60 anggota al-Muthanna, lengkap dengan persenjataanya, menyatakan pembelotan setelah pertempuran di kawasan lembah Yarmouk.

"Senjata kami harusnya ditujukan untuk (melawan) teroris Assad dan bukan pada saudara Suriah kami", kata salah satu pejuang yang membelot, merujuk pada ISIS yang lebih sering menyerang pejuang oposisi daripada rezim.

Sementara itu, warga sipil harus meninggalkan rumah mereka untuk Heett, Sahem al-Jolan dan Tseel, ke sekitar perbatasan Yordania-Suriah.

Para pejuang di front selatan ini dilaporkan tengah menyiapkan sebuah operasi untuk membersihkan Dara'a dari seluruh cabang ISIS.

Jabhah Nushrah vs ISIS di perbatasan Lebanon
Di perbatasan Suriah-Lebanon, ISIS juga terlibat konfrontasi dengan Jabhah Nushrah (JN) yang merupakan afiliasi al-Qaeda di Suriah.

Bentrokan dilaporkan membunuh 18 anggota JN serta beberapa orang tertawan ISIS. Sedangkan dari pihak ISIS ada 14 militan yang tewas.

Sementara sumber online ISIS dan simpatisannya menyatakan telah membunuh 17 anggota JN.

Pertempuran dimulai sejak hari Minggu di dekat pegunungan Qalamoun, perbatasan Suriah-Lebanon. Namun kemudian meluas hingga ke kota-kota di wilayah Lebanon seperti Ras Baalbek dan Arsal.

Jabhah Nushrah berupaya merebut kembali wilayah yang telah diambil ISIS.

An-Nushrah dan ISIS sebenarnya berasal dari induk yang sama, yaitu al-Qaeda. Namun dalam perkembangannya, ISIS dipandang sebagai "anak durhaka-Takfiri" oleh al-Qaeda yang dipimpin Dr. Az-Zawahiri.

Saat Jabhah Nushrah berusaha "membaur" dalam revolusi Suriah dengan agenda Islamisasi dan proyek sosial-politik versi al-Qaeda, ISIS dianggap menikam dari belakang dengan merampas wilayah, memaksa baiat serta mendeklarasikan "Khilafah al-Baghdadi".

Sedangkan faksi oposisi lain di Suriah berulang kali meminta agar JN melepaskan diri dari al-Qaeda dan melebur dalam faksi Islamis. Karena menilai label "teroris" kurang menguntungkan. (Orient-news/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.