Kehancuran kota Daraya oleh bombardir militer Assad
Basyar al-Assad menyatakan kesediannya untuk berbagi kekuasaan dengan pihak oposisi dan membentuk pemerintahan bersama.

Menurut Assad, bukanlah sesuatu yang sulit baginya untuk melibatkan beberapa bagian oposisi dalam kekuasaan. Ia akan menyiapkan Suriah baru dengan mengikutsertakan sejumlah tokoh yang menentangnya selama ini.

Namun komentar Assad ditolak mentah-mentah oleh sejumlah negosiator oposisi. Termasuk kelompok sekuler dan minoritas.

"Apa yang diucapkan Basyar al-Assad tidak ada hubungannya dengan proses politik", ujar George Sabra, seorang penganut Kristen ortodoks Yunani, yang merupakan tokoh penting oposisi Syrian National Council dan komite negosiasi.

Menurut oposisi, Suriah baru harus disiapkan melalui proses politik yang dilakukan oleh pemerintah transisi, bukan rezim kriminal yang berkuasa saat ini.

Amerika Serikat juga menolak tawaran Assad. Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan jika komentar Assad tentang Suriah baru di masa depan yang melibatkan dirinya adalah sebuah khayalan yang tidak mungkin terjadi.

Sementara bagi oposisi Islamis, selain berjuang menggulingkan rezim Assad, mereka juga menentang upaya mengarahkan revolusi Suriah ke arah sekuler dan menolak keterlibatan kembali orang-orang yang dekat dengan rezim.

"Hampir semua pejuang Suriah adalah orang-orang Islamis (yang bertakbir), sementara sebagian besar para politisi oposisi adalah orang sekuler, bagaimana bisa mereka mewakili revolusi?", kritik tokoh pejuang Islamis dalam pernyataanya.

Namun semua pihak yang menentang sepakat bahwa masa depan Suriah harus bersih dari campur tangan Basyar dan rezimnya, karena tidak mungkin negeri Suriah damai dan bermartabat jika aktor utama kekerasan dan pembantaian masih ada di kursinya.

Perang Suriah telah berlangsung selama 5 tahun, diperkirakan lebih dari 400 ribu orang kehilangan nyawa (versi PBB sebanyak 250 ribu korban pada 2015) dan jutaan orang mengungsi. Sementara kerugian ekonomi ditaksir hingga 200 milyar Dollar.

Militer Basyar al-Assad menjadi yang paling bertanggung jawab atas kematian terbesar warga sipil, blokade wilayah, krisis kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur. Termasuk penangkapan dan penahanan belasan ribu aktivis hingga mati di penjara.

Mayoritas rakyat Suriah adalah penganut Islam Sunni, namun kekuasaan negara jatuh ke tangan minoritas Alawite (agama Nushairiyah) melalui tangan keluarga Assad dan partai Ba'ats. (Reuters/Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.