Teroris Hezbollah dan rezim Assad
Negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) telah memasukkan secara resmi kelompok Syi'ah Hizbullah Lebanon sebagai organisasi teroris, berkaitan dengan aktivitas bersenjata mereka yang mengancam.

Sekjen GCC, Jenderal Abdul Latif al-Zayani mengatakan pada hari Rabu bahwa enam negara Teluk melakukan langkah itu karena Hezbollah merekrut para pemuda untuk menjadi teroris.

 
Hezbollah adalah organisasi politik Syi'ah di Lebanon yang memiliki sayap paramiliter. Kelompok teroris ini berkembang dengan mendapat dukungan Iran sebagai representasi kekuatan Syi'ah.


Hezbollah juga menjadi salah satu 'eksportir' milisi Syi'ah asing yang berperang di Suriah untuk menyokong rezim Basyar al-Assad.

GCC terdiri Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dengan mayoritas penduduk dan pemerintah Sunni (khusus Oman: Ibadhiyah), belakangan terancam oleh gerakan sektarian yang dimotori oleh Iran melalui penganut Syi'ah setempat.


Negara-negara Teluk mengambil berbagai tidakan keras terhadap Hezbollah maupun pemerintahan Lebanon, dimulai oleh langkah Arab Saudi yang menghentikan program bantuan militer USD 4 miliar.


Dalam pengumumannya, seorang pejabat Saudi mengatakan bahwa negaranya telah melihat posisi bermusuhan Lebanon terjadi karena pengaruh kelompok teroris Hezbollah dalam pemerintahan.


Riyadh juga akan melakukan "peninjauan ulang hubungan dengan republik Lebanon". Merujuk sikap Lebanon yang menolak berpihak pada Arab dalam sengketa dengan Iran pasca penyerangan kedutaan Saudi di Teheran.


Februari lalu Kuwait, Qatar, Arab Saudi, UEA dan Bahrain mengeluarkan travel warning dengan meminta warganya untuk meninggalkan Lebanon dan menghindari menghindari kunjungan ke sana.
 
Sementara pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrullah mengecam Arab Saudi dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada hari Selasa (1/3).


"Kerajaan ini mencoba untuk menekan Lebanon agar membungkam kami, tapi kami tidak akan diam atas kejahatan yang dilakukan Saudi di Yaman dan di tempat lain", ujarnya.


Kelompok teroris Hezbollah dianggap sebagai tangan politik Iran di Lebanon. Kelompok ini juga terlibat dalam berbagai gerakan Syi'ah di berbagai negara, termasuk membantu pemberontak Houthi di Yaman.

Hezbollah melakukan pelatihan militer, merekrut anggota atau simpatisan dan pengumpulan dana di luar negeri.

Awal Februari lalu, Badan anti narkoba Amerika Serikat (DEA), mengumumkan telah menangkap beberapa orang anggota jaringan teroris Syi'ah Hezbollah karena menghasilkan jutaan Dollar dari penjualan narkoba di Amerika dan Eropa untuk pembiayaan perang mereka di Suriah. (lihat: Teroris Syi'ah jual narkoba untuk biayai perang di Suriah)

(Al-Jazeera/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.