Seperti dilaporkan kantor berita Kuwait (KUNA), Kementerian Informasi negara-negara Teluk (GCC), pada hari Selasa (8/3), telah sepakat mengambil tindakan hukum untuk melarang setiap urusan dengan saluran TV yang terkait kelompok teroris Syi'ah Hezbollah dan semua afiliasinya.

Kebijakan terbaru ini diuraikan di ibukota Saudi, Riyadh, menandakan keseriusan negara Teluk dalam menekan propaganda kelompok teroris Syi'ah.

"Kami telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah hukum untuk mencegah semua urusan dengan stasiun TV yang berafiliasi dengan milisi Hezbollah, para pemimpinnya, faksinya, dan organisasi-organisasi afiliasinya", ujar pernyataan.

Larangan hubungan dan kerjasama akan diberlakukan untuk semua kegiatan produksi, para pelaku produksi dan setiap konten media yang terkait dengan kelompok teroris Syi'ah Lebanon tersebut.

Saluran-saluran TV pro Hezbollah dinilai berisi konten hasutan kebencian dan provokasi untuk melakukan kekacauan serta kekerasan. Media tersebut yang juga tidak menghormati hak kedaulatan, keamanan dan kemerdekaan negara-negara Arab.

Kebijakan larangan ini sesuai dengan pengumuman GCC sebelumnya yang menyatakan Hezbollah dan semua afiliasinya sebagai "organisasi teroris".

Hasan Nasrullah, pemimpin tertinggi teroris Hezbollah, kerap kali berpidato dengan disiarkan oleh stasiun TV yang berafiliasi dengan Hezbollah. Pidato Nasrullah berisi kecaman dan ancaman terhadap negara-negara Sunni Arab. (KUNA/Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.