Selebaran anti kelompok sesat
Seperti dilasir Kompas, sekelompok massa Muslim yang dinamakan Tim Peduli Umat Masjid Ar-Riyad dan Aswaja Bangil berkumpul di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (1/4/2016).

Mereka menuntut pembubaran acara peringatan "ulang tahun" atau milad Fatimah Az-Zahra yang dianggap maksum menurut versi keyakinan dalam dogma agama Syi'ah.

Sehari sebelumnya, gabungan dari organisasi keagamaan di Kabupaten Pasuruan itu telah mendatangi Mapolres Pasuruan menuntut dibatalkannya acara tersebut.

Namun dengan berbagai pertimbangannya, pihak Polres Pasuruan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasuruan tetap mengizinkan kegiatan tersebut.

Meski lokasi acara tersebut kemudian dipindahkan. Dari yang direncanakan di sebuah gedung di Jalan Diponegoro, Bangil, menjadi dipindah ke rumah salah satu tokoh Syi'ah yang ada di lingkungan Kwansan, RT 2 RW 11, Kelurahan Kalirejo.

"Kalian ingin mereka (kaum Syi'ah) bubar, buka jalan. Jangan ada yang foto, jangan ada yang menyentuh. Berikan mereka jalan", kata salah seorang orator dari organisasi keagamaan yang menghendaki kegiatan tersebut bubar.

Sementara Kapolres Pasuruan AKBP Soelistijono yang langsung turun memantau kondisi di lapangan mengatakan, kegiatan kelompok Syiah itu tetap berjalan. Hanya saja waktunya dipercepat.

"(kegiatannya) Sempat berjalan sebentar. Dari jam 8 sampai jam 10. Cuma minta dipercepat. Yang menyampaikan ke dalam untuk dipercepat itu Ketua DPRD (Sudiono Fauzan)", jelasnya.

Sekitar pukul 10.22 WIB, massa Muslim Aswaja telah membubarkan diri karena menganggap kegiatan oleh kelompok sesat dan menyesatkan sudah bubar.

MUI Jatim telah fatwakan kesesatan Syi'ah
Majelis Ulama Indonesia wilayah provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap ajaran sekte Syi'ah sejak tahun 2012 lalu. Seperti termuat dalam putusan fatwa No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012.

Fatwa MUI Jatim ini juga dikuatkan dalam hukum Indonesia, ketika tokoh Syi'ah Imamiyah 12 asal Sampang, Madura, Tajul Muluk dihukum dengan pasal penodaan agama. Sementara Kasasi-nya ditolak oleh Mahkamah Agung. (Kompas/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.