Menko Polhukam RI
Menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI di Jakarta, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar Indonesia tak terpengaruh ajakan sejumlah negara OKI untuk bergabung dalam aliansi militer negeri-negeri berpenduduk Muslim.

"Kami tak ingin mengulangi kesalahan yang dibuat negara lalu karena menangani ISIS dengan kekerasan, pendekatan Indonesia tetap dengan pendekatan halus", katanya saat ditemui di Pekanbaru, Rabu (2/3).

Menteri Binsar menjelaskan pendekatan yang dia maksud adalah melalui agama dan budaya. Dengan itu, diharapkan ISIS bisa ditumpas tanpa harus ada pertumpahan darah.

Menurutnya, negara-negara yang tergabung dalam OKI harus sadar bahwa Indonesia merupakan peserta OKI dengan penduduk Muslim terbesar. Kondisi ekonomi Indonesia juga sedang baik-baiknya.

Dengan kondisi seperti itu, ia menyebut bahwa tak ada alasan bagi Indonesia untuk mengikuti langkah sejumlah negara anggota OKI yang bergabung dengan aliansi militer.

Ia menilai, justru negara-negara OKI yang harusnya mengikuti Indonesia.

"Orang itu yang harus ikut kita karena kita negara dengan penduduk Muslim paling besar di dunia", ujar Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

Aliansi militer negeri-negeri Islam digagas oleh Arab Saudi yang bertujuan untuk memerangi terorisme dan menjaga kestabilan dunia Islam maupun internasional.

Saat diumumkan, ada 34 negara yang termasuk dalam koalisi Islam anti terorisme.

Sejak bulan Februari, Arab Saudi menyelenggarakan latihan militer gabungan 20 negara bersandi "North Thunder". (CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.