Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan bahwa Basyar al-Assad harus dicopot pada awal proses transisi kekuasaan Suriah, bukan di bagian akhir.

"Bagi kami sangat jelas (pencopotan Assad) harus pada awal proses transisi, bukan di akhir, dan tidak akan menunggu 18 bulan", kata Jubeir selama kunjungan ke Perancis, seperti dilansir Reuters.

Komentar al-Jubeir ini muncul sehari menjelang rencana PBB yang akan kembali menggulirkan perundingan damai untuk mengakhiri perang selama lima tahun di Suriah.

Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lain yang sejak awal menyerukan mundurnya Assad dikabarkan mulai melembek dari tuntutan politik tersebut, setelah intervensi militer Rusia di Suriah sejak September lalu untuk menyokong kekuasaan rezim Assad.

Seperti halnya Turki, Arab Saudi terus menuntut turunnya Assad sebagai solusi perdamaian bagi Suriah. Bahkan hancurnya harga minyak mentah dunia sejak akhir 2014 akibat kelebihan stok, menurut pengamat merupakan upaya Saudi menekan Rusia yang terus mengalami krisis ekonomi.

al-Jubeir juga menjelaskan bahwa Saudi akan mengambil paket persenjataan dari Perancis yang awalnya akan diperuntukkan bagi Lebanon.

Pada bulan Februari, Arab Saudi membatalkan paket bantuan senilai USD 3 milyar bagi militer Lebanon karena menganggap Beirut tidak berpihak pada Arab dalam ketegangan dengan republik Syi'ah Iran.

Dana Saudi tersebut rencananya digunakan untuk membayar kontrak pembelian peralatan militer dari Perancis bagi Lebanon.

"Kami memutuskan menghentikan bantuan senilai USD 3 miliar bagi militer Lebanon dan sebagai gantinya paket itu akan dikirim untuk militer Saudi", ujar al-Jubeir kepada wartawan selama kunjungan di Paris.

"Jadi kontrak (dengan Perancis) akan terpenuhi, tetapi penerimanya adalah militer Saudi", jelasnya. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.