Pejuang oposisi pinggiran Damaskus (Anadolu foto)
Lima belas anggota pasukan rezim Assad tewas pada hari Minggu oleh pejuang oposisi Jaisyul Islam di kawasan Bala, pinggiran Damaskus.

Saat itu militer rezim tengah berusaha menyusup menuju dalam kota melalui jalur lain atau "jalan Tikus".

Serbuan tersebut merupakan pelanggaran militer Assad terhadap gencatan senjata yang dicanangkan PBB.

Pelanggaran serupa tidak hanya terjadi di Bala, tapi juga di Harasta, Douma dan Sakeba, kota-kota oposisi di sisi timur provinsi Damaskus.

Di wilayah ini tidak ada kehadiran teroris ISIS maupun pejuang Jabhah Nushrah (afiliasi organisasi garis keras al-Qaeda), 2 kelompok yang tidak masuk kesepakatan penghentian pertempuran.

Di tengah pelanggaran berulang tersebut, Muhammad Allousy, negosiator oposisi dan petinggi militer Jaisyul Islam, menyerukan semua kelompok pejuang Suriah untuk menyiapkan kembali pertempuran dengan militer Assad dan milisi Syi'ah asing, termasuk kelompok teroris Hezbollah.

"Rezim Assad memanfaatkan gencatan senjata untuk merebut kembali wilayah-wilayah baru dan melakukan blokade ke di Suriah", jelas Muhammad Allousy dalam sebuah pernyataan di Orient TV.

Allousy, yang terlibat dalam perundingan Jenewa, mengatakan bahwa tidak ada gencatan senjata yang berlaku efektif di Damaskus timur. Menurutnya para pejuang Jaisyul Islam harus memukul balik serangan Assad.

Gencatan senjata yang digalang PBB mulai berlaku pada tanggal 27 Februari. Namun pelanggaran militer Assad terus berulang di berbagai provinsi, seperti Damaskus, Idlib, Latakia hingga Aleppo. (Orient-news)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.