Suasana kontak tembak Yaman (AFP)
Seorang utusan khusus PBB mengumumkan bahwa gencatan senjata di Yaman akan dimulai pada 10 April dan seminggu kemudian diikuti pertemuan untuk perundingan.

"Pihak-pihak yang terlibat telah sepakat untuk penghentian konfrontasi secara nasional yang dimulai pada tengah malam 10 April, disusul putaran pembicaraan damai yang akan berlangsung pada tanggal 18 April di Kuwait", kata Ismail Ould Cheikh Ahmed dalam konferensi pers di New York.

"Tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri konflik dan memungkinkan dimulainya kembali dialog politik inklusif", kata Cheikh Ahmed.

Kepada wartawan ia juga menjelaskan telah melakukan diskusi yang intens dengan kedua pihak.

Negosiasi tersebut akan sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216, yang mendesak pihak pemberontak Syi'ah harus menarik diri dari wilayah yang dicaplok, serta pelucutan senjata.

Ahmed juga menyatakan harapannya untuk penghentian pertempuran sehingga mempermudah akses kemanusiaan bagi warga sipil Yaman.

Sebelumnya, Riyadh telah mendesak PBB agar menekan kelompok-kelompok militan di Yaman agar mau mengikuti resolusi damai.

Yaman jatuh dalam konflik besar, bermula pada September 2014, ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran berhasil mencaplok ibukota Sana'a dan menawan pemerintah yang sah di bawah presiden Mansour Hadi.

Beberapa bulan kemudian Hadi berhasil melarikan diri ke kota Aden dan mengumpulkan sisa-sisa kekuatan serta mencari dukungan.

Sebuah koalisi militer yang dipimpin Saudi kemudian memulai operasi militer pada Maret 2015 atas undangan pemerintah Yaman untuk mengalahkan pemberontak Syi'ah Houthi dan sekutunya. (Arabnews/AFP)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.