Serangan udara adalah penyebab terbanyak jatuhnya korban sipil
Media Rusia memberitakan bahwa selama 5 bulan melakukan operasi militer dengan mengandalkan serangan udara di Suriah, Moskow menyatakan telah menargetkan setidaknya 9000 sasaran.

Rusia mengklaim berhasil membunuh ribuan "teroris" dan "membebaskan" 400 pemukiman seluas ribuan kilometer persegi (maksudnya kembali dikontrol oleh rezim Assad di darat).

Namun menurut lembaga pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), lebih dari 1.700 warga sipil terbunuh oleh Rusia dari sekitar 4.400 korban tewas akibat pengeboman Moskow.


SOHR berhasil mendokumentasikan total 4408 akibat serangan Rusia. Terdiri dari kelompok warga sipil, oposisi Suriah, Jabhah Nushrah (al-Qaeda Suriah) dan ISIS/Daesh.

Jumlah tersebut tercatat sejak 30 September 2015 hingga 1 Maret 2016 saat memasuki awal gencatan senjata, dan terjadi di berbagai provinsi Suriah.

Berikut rincian jumlah korban Rusia sepanjang 5 bulan serangan, dimana jumlah terbesar korban adalah warga sipil:

Warga Suriah sipil yang menjadi korban jiwa oleh serangan Rusia sebanyak 1.733 orang. Terdiri dari 429 anak-anak di bawah 18 tahun, 250 orang wanita dan 1.054 laki-laki dewasa.

Jumlah korban sipil oleh Rusia bahkan lebih banyak dari jumlah gabungan korban seluruh pejuang oposisi Suriah ditambah Jabhah Nushrah, yang mencapai 1.492 orang.

Sementara jumlah anggota ISIS yang ditewaskan Rusia selama 5 bulan "hanya" 1183 orang militan.

SOHR adalah sebuah lembaga pencatat jumlah korban kekerasan di Suriah sejak sebelum revolusi pecah pada tahun 2011, terutama korban sipil.

Rusia dituduh oleh berbagai pihak sengaja menyasar warga sipil yang hidup di wilayah oposisi. Serangan Rusia diketahui menghantam pasar di Ariha, Idlib yang membunuh 50 pengunjung pasar pada akhir bulan November 2015.

Pesawat Moskow juga dilaporkan mengebom gedung pengadilan-penjara sipil di Idlib, sekolah di Aleppo, beberapa rumah sakit (termasuk milik lembaga MSF), fasilitas medis di Azaz, beberapa kamp pengungsian, pemukiman warga di Hama dan berbagai sasaran sipil lainnya

Pihak Rusia sendiri berulang kali membantah menyerang warga sipil dan oposisi moderat. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pihaknya beraksi untuk menyelamatkan Suriah dari "terorisme internasional".

Sedangkan menurut pertahanan sipil Suriah "helm putih", pada hari pertama serangannya, hampir seluruh serangan Rusia menarget titik pemukiman warga sipil.

Pemboman Rusia juga menyebabkan eksodus besar-besaran penduduk Sunni Suriah dari kota, desa atau kampung halamannya menuju perbatasan Turki, setelah kemudian berhasil diduduki oleh rezim Assad.

Seperti laporan lembaga kemanusiaan Indonesia di Suriah, Misi Medis Suriah (MMS) dari daerah pinggiran Latakia utara, di Jabal Akrad dan Jabal Turkman yang dihuni oleh warga Sunni Arab dan Turkmen telah kosong dari warga asli. (Al-Jazeera/SOHR/MMS/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.