Serangan teror
Kelompok militan Kurdi TAK menyatakan bertanggung jawab atas serangan mematikan di ibukota Turki, Ankara, pada Minggu (13/03).

TAK atau Elang kebebasan Kurdi, menyebut bahwa serangan yang membunuh 37 orang dan melukai 125 lainnya sebagai pembalasan terhadap aksi militer Turki di wilayah yang berpenduduk mayoritas Kurdi.

"Pada malam tanggal 13 Maret, pengeboman bunuh diri dilakukan di ibu kota Republik Turki yang fasis. Kami bertanggung jawab atas serangan ini", bunyi klaim TAK dalam situs onlinenya.

TAK mengklaim bahwa serangan bom bunuh dirinya dilakukan untuk menyasar aparat keamanan Turki, tetapi jatuhnya korban sipil adalah sesuatu yang tak bisa dicegah.

Kelompok TAK adalah salah satu bagian dari kelompok teroris Komunis Kurdi, PKK, yang sejak lama ingin memberontak dari pemerintah Turki.

Pelaku pengebom bunuh diri Kurdi diketahui adalah seorang perempuan, serta disebut-sebut pernah dilatih dengan kelompok militan Kurdi di Suriah, YPG.

Pemerintah Indonesia minta WNI di Turki waspada
Kemenlu Indonesia telah mengimbau warga negara Indonesia di Turki untuk selalu waspada dan berhati-hati menyusul serangkaian serangan bom di ibu kota Turki, Ankara dalam beberapa bulan terakhir.

Selain serangan terbaru 13 Maret, serangan teror terjadi pertengahan Februari lalu juga oleh teroris Kurdi, bom yang dipasang di mobil meledak di dekat area gedung pemerintahan di Ankara, membunuh 28 orang dan melukai 60 lainnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir menyatakan Indonesia melalui KBRI di Ankara dan KJRI Istanbul terus memonitor perkembangan yang terjadi di Turki.

"Kita juga terus mengingatkan wni untuk selalu waspada, hati hati dan menjaga diri, khususnya menghindari tempat tempat yang kiranya dapat menjadi target," ujar Arrmanatha kepada CNN Indonesia pada Jumat (18/3).

Sejauh ini memang belum ada informasi adanya korban WNI dalam berbagai serangan teroris terbaru di Turki.

Berdasarkan catatan KBRI Ankara, terdapat 1.553 WNI di Turki yang sebagian besar bekerja di sebagai pekerja profesional dan mahasiswa.

Warga negara Indonesia yang memerlukan informasi dapat menghubungi nomor KBRI Ankara, yakni +905321352298 dan +905338120760.

Turki kerap diguncang serangan bom bunuh diri oleh kelompok PKK dan ISIS dalam setahun belakang. (BBC Indonesia/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.