Demo HTI tuntut pemerintah dunia Islam kirim tentara ke Gaza
Oleh: Abu Abdullah al-Pataniy

Mimpi Khilafah ala minhaj Nubuwah menjadi hal paling mendasar dalam propaganda perjuangan jama'ah Hizbut Tahrir (HT) atau 'partai pembebasan' di seluruh dunia.

HT menggunakan metode "Thalabun Nushrah" atau mencari bantuan untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Thalabun Nushrah ala HT menitik beratkan pada siapapun yang memiliki kekuatan akan diminta untuk menggunakan konsep-konsep bernegara yang disusun HT untuk diterapkan (atau memberikan kekuasaannya pada orang-orang HT), asalkan golnya adalah "Khilafah global" di dunia modern dengan manajemennya sesuai kemauan kelompok ini.

Di Indonesia sebagaimana negara lainnya, cabang HT Indonesia (HTI) meyakini bahwa kekuatan sebenarnya negara adalah aparat keamanan dan militer, sehingga mereka termasuk target utama yang akan disasar dalam opini untuk dimintai "pertolongan" untuk mendirikan negara Islam dan menjadi wasilah bagi "Khilafah global".

Dengan propaganda dan opininya, HT menginginkan agar kiranya aparat militer berinisiatif melakukan kudeta terhadap sistem negara sekuler, nasionalis, pro Barat dan sebagainya.

Setelah kudeta tersebut berhasil, HT menginginkan kekuasaan diberikan kepada kelompok mereka, dimana tujuannya agar manajemen negara bisa dilakukan oleh para pendukung Hizbut Tahrir.

Jika Thalabun Nushrah menuju negara Islam sulit secara langsung didapatkan dari pihak yang berkuasa, maka dalam skenarionya, HT menargetkan Thalabun Nushrah secukup-cukupnya membuat mereka memperoleh perlindungan dalam perjuangan membentuk opini umat. Contohnya seperti Abu Thalib (tokoh penting suku Quraisy) yang melindungi Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam dalam berdakwah.

Gagasan-gagasan HT diharapkan akan menjadi mencapai popularitas dan mempengaruhi arah masyarakat luas di negara berpenduduk Islam, sehingga bisa mendukung negara Islam yang akan berujung sebagai Kekhilafahan global (karena dilakukan di seluruh dunia).

Konsep Thalabun Nushrah sifatnya sangat fleksibel dan sifatnya termasuk mubah/boleh, sehingga HT tidak menutup kemungkinan cara lain asal tidak melanggar Syari'at.

Bahkan HT pernah menerapkan Thalabun Nushrah kepada Ruhullah Khomeni ketika berhasil melakukan revolusi Syi'ah di negara Iran.

Dengan berkonsep demikian, HT sangat apatis terhadap proses politik praktis yang sifatnya terjun langsung, terlebih di negara demokrasi. Meskipun demikian ribuan pendukung HT Indonesia tercatat sebagai PNS yang mengikrarkan sumpah jabatan di negara Pancasila dan berbagai negara nasionalis lainnya.

Bukan hanya anti sekulerisme dan demokrasi, HT juga anti terhadap kerajaan. Bahkan mereka meyakini Syari'at Islam yang ditegakkan secara oleh penguasa yang bukan Khalifah, seperti oleh Kerajaan Arab Saudi, maka statusnya "tidak sempurna".

Celaan HT terhadap cara perjuangan tak sempurna dan jama'ah kaum Muslimin lainnya dimaksudkan sebagai kampanye negatif agar umat meyakini bahwa satu-satunya yang benar adalah "Khilafah" melalui proses versi HT (yang diyakini tidak melanggar Syari'at).

HT tidak menginginkan munculnya pembenaran publik pada sesuatu yang tidak sempurna (masih menyimpang). Misalnya opini Kerajaan Arab Saudi yang menegakkan Syari'at dan banyak membantu kaum Muslimin.

HT menganggap sejarah berdirinya Arab Saudi adalah batil dan sistem Kerajaan juga batil. Begitu juga dengan politik luar negeri Arab Saudi.

Menurut HT, sesuatu yang tidak sempurna tidak boleh dipertahankan dalam status quo (saat ini) dan antipati akan menjadi opini umat menuju gagasan Khilafah ideal. Sehingga kritik keras dan celaan diperlukan demi menjaga opini umat menuju jalur yang dianggap benar.

Khilafah dalam mimpi HT diperjuangkan dengan citra dengan sebaik-baiknya, sebagai satu-satunya solusi segala kehidupan ideal.

Untuk para Muslim yang relijius, Khilafah adalah mimpi ideal bersama yang akan menegakkan Syari'at Islam secara kaffah (utuh), sehingga HT berharap perjuangan Khilafah akan terjadi sinergi bersama (menuju konsep HT).

Sementara bagi kalangan Muslim awam, orang-orang sekuler dan non Muslim (kafir), HT menggambarkan Khilafah sebagai solusi masalah-masalah duniawi. Seperti solusi banjir dan kemacetan, solusi harga kebutuhan pokok, perdagangan, bebas pajak, penegakan hukum, kebersihan, termasuk berbagi sumber daya alam dan energi, contohnya dari wilayah kaya minyak (Arab) dan wilayah lain.

Akan tetapi seperti halnya pendukung ISIS, HT menggunakan foto bersama untuk mengkritik. Berbagai politisi Muslim disebut sebagai "antek kafir" dan melakukan persekongkolan jahat terhadap kaum Muslimin hanya dengan bukti foto bersama.

Pemimpi yang mencela realita
Para pemikir dan intelektual Hizbut Tahrir telah merancang secara lengkap berbagai konsep bernegara yang dimimpikan akan diterapkan, baik sektor ekonomi, politik, militer, geopolitik, hukum, politik internasional, sosial, penanganan bencana, pembebasan Palestina, kebersihan, sistem transportasi dan sebagainya.

Konsep-konsep ini jika terwujud akan menjadi "utopia" Khilafah bagi HT, dan diharapkan umat Islam juga meyakininya seperti demikian sebagai tawaran opsi solusi sempurna "di bawah naungan Khilafah".

Akibatnya muncul sebuah sindiran, bahwa menurut HT: "Sandal hilang di masjid pun terjadi karena ketiadaan Khilafah", sebab jika ada Khilafah, semua urusan umat akan diurus sehingga tak ada lagi maling sendal.

Mimpi-mimpi dalam konsep HT sendiri dinilai tak selalu ideal, meski suatu mimpi memang seharusnya ideal.

Para pengkritik menyatakan bahwa konsep mimpi HT datang dari ketidakmampuan mencerna realitas sehingga menghasilkan kesimpulan yang dangkal untuk mengatasi permasalahan.

HT juga gagal memetakan sebesar apa kekuatan dunia Islam, namun menuntut hal yang berat, dan jika tidak dilakukan akan menjadi titik kritikan.

Terutama soal membuka konflik dengan dunia Barat atau kekuatan lain yang dianggap musuh Islam.

Gagasan dalam perjuangan HT juga banyak dipertanyakan jama'ah kaum Muslimin lainnya.

Misalnya HT mendukung berdirinya partai-partai politik yang sesuai Syari'at untuk kepentingan amar ma'ruf nahi mungkar dan menolak keras parpol Islam yang ikut dalam pemilu (di negara demokrasi) karena dianggap melanggar Syari'at.

Tetapi batasan kesesuaian Syari'at versi HT dikritik karena memiliki batasan yang jelas dan tidak memasukkan faktor darurat atau faktor realitas lainnya, sebab berbagai cabang HT di seluruh dunia (termasuk Indonesia) justru keorganisasiannya mencari pengakuan hukum dari negara sekuler.

Satu contoh gagasan yang disebut tak masuk akal lainnya adalah gagasan penyatuan hari raya di seluruh dunia di bawah Khilafah, dengan metode rukyat global.

Para ahli astronomi menyebut jika rukyat global versi HT adalah salah kaprah. Sebab Bumi berbentuk mendekati bulat dan mau tak mau harus ada garis tanggal internasional. Sementara panjang waktu edar bulan terhadap bumi (29,530589 hari), tidaklah terjadi dalam lama hari yang bulat.

Tetapi HT sendiri sebenarnya menggunakan London, Inggris (negara /kafir) sebagai kiblat posisi pengambilan keputusan rukyat yang disebut mewakili global. Artinya jika London belum melihat hilal, maka Ramadhan digenapkan 30 hari untuk seluruh pengikut HT dunia.

Padahal di sebelah Barat London, pada hari yang sama masih banyak tempat lain, termasuk benua Amerika.

Contoh gagasan HT lain yang dinilai sangat buruk dalam mencerna realita adalah ketika terjadi serangan Israel ke Gaza.

HT mendesak agar seluruh penguasa-penguasa di negeri Muslim (Turki, Saudi, Indonesia, negara Teluk dll) agar menerjunkan tentaranya ke wilayah Gaza dan melindungi warga setempat dari militer Zionis.

Sementara hingga saat ini, pemegang kedaulatan yang diakui dunia (Barat) adalah Israel. Sehingga Israel memiliki kekuatan dan legitimasi melakukan kekerasan di sana. Intervensi tentara asing ke Gaza bisa dianggap sebagai invasi dan deklarasi perang.

Israel akan mendapat dukungan Barat dan Amerika Serikat untuk "melindungi kedaulatannya". Sedangkan militer negeri-negeri Muslim menurut perhitungan belum sanggup menghadapi perang dunia.

Selain itu tak ada cara efektif untuk menyelundupkan tentara dan peralatan militer ke Gaza, sebab diblokade Israel, rudal-rudal militer Israel juga aktif untuk mendeteksi jika ada pesawat musuh menyusup.

Kritik adalah senjata HT
Baru-baru ini HT juga mengkritik keras serangan Saudi ke Yaman yang menyasar pemberontak Syi'ah Houthi. HT meyakini Houthi sebagai Muslim sehingga tak boleh ditumpahkan darahnya (walau memberontak dan bersekutu dengan Syi'ah Iran?)

HT pun menyalahkan Turki karena tentaranya tidak membantu perjuangan rakyat Suriah dan hanya mengedepankan "kepentingan keamanan nasional", serta menyediakan pangkalan udara bagi Amerika untuk menyerang ISIS.

Kritik adalah senjata utama Hizbut Tahrir, utamanya untuk menjauhkan umat dari berbagai opini yang bertentangan dengan konsep mimpi HT. Saudi, Turki, PKS, kebijakan energi, kebijakan ekonomi, moneter dan semua hal yang saat ini ada tapi tidak masuk dalam daftar mimpi Khilafah HT maka harus dibenci oleh umat (pendukung Khilafah).

Tujuannya tentu saja agar propaganda Khilafah diterima "secara kaffah" oleh umat, sehingga tak ada lagi pertentangan cara dan keinginan hasil (mimpi) suatu saat nanti.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.