Wakil ketua MPR Hidayar Nur Wahid
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahaya LGBT sama merusak seperti narkoba bagi masyarakat.

Ia pun mengingatkan pemerintah agar segera mengeluarkan Undang-Undang yang melarang keras perilaku LGBT.

"Alhamdulillah banyak parpol Islam seperti PKS, PAN, PKB, PPP satu suara mendukung dikeluarkannya UU yang keras melarang LGBT", kata Hidayat saat menghadiri Talkshow Parenting bertajuk 'Tentukan Sikap Kita Hadapi Penyimpangan Seksual (LGBT)' di Jakarta, Minggu (20/3), seperti dilansir Antaranews.

Hidayat mengatakan saat berdialog dengan Presiden Jokowi, bahwa Rusia -bekas negara komunis- saja,  menolak perilaku LGBT sehingga pemerintahnya mengeluarkan UU yang melarang LGBT di wilayah Rusia. Indonesia, lanjut dia, semestinya lebih mampu dan lebih keras terhadap LGBT.

LGBT, sambung Hidayat, tergolong perang asimetris, yakni jenis perang yang menanamkan pengaruh dengan maksud menghancurkan sendi-sendi moral masyarakat.

"Sekarang ada perang yang dilancarkan dengan biaya murah yakni perang asimetris. Perang bukan fisik tapi menanamkan pengaruh dengan maksud menghancurkan sendi-sendi moral warganya, sehingga negara tersebut tidak lagi bermoral, tidak memiliki visi ke depan, nilai-nilai luhur hancur sehingga negara tersebut ambruk dengan sendirinya. LGBT adalah sarana perang asimetris itu", katanya.

Hidayat menuturkan, sejak ramai masalah LGBT diperbincangkan berbagai kalangan, kesadaran masyarakat soal bahaya pengaruh LGBT meningkat. Bahkan kesadaran masyarakat itu berimbas dengan dilarangnya tayangan televisi menampilkan gaya kebanci-bancian.

"Fenomena ini saya sampaikan kepada Presiden bahwa pengaruh negatif LGBT sudah sampai ke daerah-daerah terpencil, bagaimana dengan di kota-kota besar pengaruhnya tentu lebih dahsyat. Alhamdulillah Presiden menyetujui agar soal LGBT ini diselesaikan sesegera mungkn", ujar Hidayat.

"Intinya LGBT adalah penyimpangan itu sangat jelas.  Kita sebagai umat Islam harus menegakkan amar maruf nahi munkar.  Tapi dalam pelaksanaan amar maruf harus maruf dan mencegah kemunkaran seperti LGBT tidak boleh dengan cara kekerasan.  Agama kita tidak membolehkan itu", tegasnya.

Untuk itulah, lanjut Hidayat, MPR RI selama jni dengan kegiatan sosialisasi empat pilar MPR berusaha membendung perang asimetris tersebut dengan menanamkan kembali pemahaman masyarakat Indonesia akan nilai-nilai luhur bangsanya. (Antaranews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.