Target operasi militer di Yaman
Presiden Yaman, Mansour Hadi, mengatakan bahwa pemerintah sah tetap membuka solusi damai untuk mengakhiri konflik.

Pernyataan itu disampaikan Hadi saat menerima Ismail Ould Cheikh, utusan khusus PBB. Meski sehari sebelumnya, Houthi menyerang wilayah Arab Saudi, di saat gencatan senjata masih bergulir.
Hadi juga menekankan bahwa perdamaian yang kuat adalah satu-satunya cara untuk melindungi Yaman dari munculnya konflik di masa depan.

"Semua pihak harus bekerja untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas", ujar Hadi, kantor berita SPA mengutip pada Sabtu kemarin (19/3).

Menurutnya, pemerintah yang sah bertanggung jawab atas semua orang Yaman dan membuka berbagai kemungkinan untuk mewujudkan perdamaian yang bisa diterima, sesuai tujuan operasi negara Teluk dan isi Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2216 (desakan mundurnya Houthi dari wilayah yang dicaplok).

Pihak pemerintah menilai bahwa proses perdamaian tergantung dari sikap Houthi dan sekutunya untuk menghentikan tindakan makar/subversif serta kekerasan yang dilakukan.

Penasehat kepresidenan Abdullah Al-Alaemi, menyebut jika pemerintah terus mengupayakan adanya solusi politik, namun terhambat oleh sikap Houthi yang lambat.

"Semua orang masih menunggu dengan tidak sabar, agar milisi pemberontak segera menghentikan kekerasan di Yaman dan (juga) menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur negara", kata Al-Alaemi.

Kepada utusan PBB, pihak Houthi dikabarkan siap mengikuti putaran pembicaraan damai dengan pemerintah.

Sementara itu serangan sporadis pemberontak Syi'ah Houthi menghantam kawasan al-Rouha dan al-Rokouba yang terletak di kota Samtah, provinsi Jazan Arab Saudi, ketika terjadi gencatan senjata.

Rumah-rumah warga, termasuk sebuah masjid saat dilangsungkan shalat Jumat, terkena tembakan roket pemberontak Syi'ah.

"Masjid dan rumah-rumah di sana rusak karena serangan, namun tidak ada korban jiwa", kata laporan media lokal.
Serangan Houthi pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di perbatasan pada pekan lalu yang difasilitasi tokoh-tokoh suku Yaman, termasuk masuknya bantuan kemanusiaan dan pertukaran tawanan.

Media Saudi juga melaporkan bahwa Houthi sengaja menghilangkan label bantuan kemanusiaan dari Saudi bagi penduduk sipil di wilayah mereka.

Pertempuran Yaman belakangan berbalik menguntungkan posisi pemerintah Hadi dan pejuang Sunni yang didukung koalisi Arab sejak setahun lalu.

Konflik besar di Yaman bermula ketika pemberontak Syi'ah Houthi yang didukung Iran, serta para loyalis mantan diktator Abdullah Shaleh, secara sepihak berhasil merebut berbagai kota dan melanggar kesepakatan. Termasuk menduduki ibukota Sana'a pada September 2014 dan menawan presiden.

Para pendukung Houthi mengklaim bahwa mereka sedang melakukan "revolusi" dan berupaya "memperbaiki pemerintahan yang korup".

Houthi juga menyerang kota Dammaj yang merupakan lokasi sebuah lembaga pendidikan Hadits terkenal kalangan Sunni-Salafi. Menyebabkan ribuan murid dan penduduk Sunni terusir. (Arabnews/Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.