Warga Suriah dan terorisme negara
Puluhan demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Suriah. Dari kawasan urban perkotaan, kota kecil hingga kawasan pinggiran pedesaan, pada hari Jum'at (25/3).

Para pengunjuk rasa memastikan kelangsungan terjadinya revolusi sampai tuntutan rakyat Suriah untuk mendapatkan kebebasan, kehormatan dan keadilan tercapai, atau hingga Assad berhasil digulingkan. 

Tema yang diusung pada aksi demonstrasi di hari Jumat tersebut adalah "Assad bagian kepala bagi terorisme".

"Terorisme itu seperti Gurita, Assad bagian kepalanya, sementara tangan-tangannya menyerang apapun kecuali Rusia dan Iran", tulis sebuah spanduk unjuk rasa di wilayah kota kecil Kafr Nabl, Idlib, menyindir bahwa teroris sudah menyerang kemanapun tapi belum pernah menyerang Rusia maupun Iran (sekutu Assad).

Gencatan senjata memberi kesempatan untuk memperbaharui slogan revolusi yang tetap menuntut diusirnya Assad dan rezimnya dari Suriah.

Sementara itu pemimpin kelompok oposisi Islamis Ahrar Syam, Abu Yahya al-Hamawi, menyatakan penolakannya terhadap proposal utusan khusus PBB, Staffan de Mistura, dalam upaya perundingan politik dengan rezim Assad yang saat ini masih berlangsung.

Menurut Hamawi, rakyat Suriah tidak akan mengizinkan siapapun untuk "menyerah" yang mengatasnamakan mereka, merujuk dokumen Mistura yang telah diserahkan pada kedua pihak.

Hamawi menegaskan bahwa setelah 5 tahun perjuangan, siapapun tidak akan bisa mengecoh rakyat yang memperjuangkan kebebasannya untuk menerima proposal yang mengabaikan tuntutan rakyat dan akan tetap menghasilkan para diktator.

Ia menolak upaya membuat "jalan tengah" sehingga rezim atau turunannya nanti akan tetap berlangsung.

Dokumen de Mistura telah diserahkan kepada rezim dan oposisi, tanpa merujuk adanya pemerintah transisi atau penentuan akhir nasib rezim saat ini.

Hamawi yakin jika jelmaan baru rezim nanti tidak akan berhenti membunuh warga Suriah dengan bom Birmil (drum/barrel) dan tetap menyiksa para tahanan hingga mati di penjara-penjara mereka.

Perundingan politik Suriah tengah memasuki masa jeda informal, serta akan memasuki isu yang lebih sulit pada putaran berikut menurut PBB. (Orient-news/Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.