Mantan presiden Gambia tinggalkan negaranya
Mantan pemimpin Gambia, Yahya Jammeh, terbang keluar dari negaranya menuju pengasingan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi akhir dari krisis politik pasca pemilihan presiden Desember lalu.

Jammeh sempat menolak mundur meski dinyatakan kalah dari rivalnya Adama Barrow.

Memicu beberapa minggu ketegangan politik dan mengundang ancaman para pemimpin Afrika Barat yang akan mengerahkan kekuatan militer untuk menggulingkan Jammeh.

Kepergian Jammeh mengakhiri kekuasaannya selama 22 tahun di negeri mayoritas Muslim Sunni itu.

Ia naik pesawat kecil di bandara di ibukota, Banjul, Sabtu malam, bersama Presiden Guinea, Alpha Conde, setelah dua hari negosiasi keberangkatan.

Sang mantan presiden melambaikan tangan ke sekolompok massa di bandara. Sambil memegang sebuah Al-Qur'an dan tasbih, sebagaimana ciri khasnya selama ini.

Rombongan itu mendarat di Conakry, ibukota Guinea, tapi Jammeh akan terbang lagi ke Equatorial Guinea, negara tujuan pengasingannya, seperti diungkap Marcel Alain de Souza, presiden ECOWAS (forum ekonomi negara Afrika Barat).

Meski diasingkan, Jammeh dan keluarganya tidak akan dituntut secara politik. Mereka boleh pulang kapan saja dan hartanya tidak disita.

Sementara kelompok penentang ingin Jammeh diusut secara hukum, bukan diberi suaka.

Sebagian warga Gambia menunjukkan kesedihan atas kepergian sang mantan pemimpin, sementara warga lain tampak bergembira dan mengaku lega. (Al-Jazeera)
Suasana Wadi Barada yang terus digempur Assad
Puluhan pasukan gabungan dari tentara Assad (SAA) dan milisi Syi'ah yang didukung Iran dilaporkan tewas dan luka-luka dalam serbuan gagal di Wadi Barada, sejak Jum'at (20/1).

Komite Media di Wadi Barada mengkonfirmasi kematian puluhan pasukan Assad di kota Ein al-Fijeh dan desa-desa di sekitar, saat mereka melakukan serangan dari beberapa arah.

Sebuah tank T-82 juga dihancurkan oposisi.

Milisi Syi'ah asing yang didukung Iran secara intensif menembakkan artileri dan roket ke Wadi Barada.

Sementara helikopter SAA menjatuhkan bom Birmil (barrel) di wilayah pemukiman.

Mereka juga menggunakan senapan sniper yang dilengkapi teropong termal. Dan menyebabkan kematian dua warga, salah satu korban adalah anggota Komite Medis di Wadi Barada.

Pemimpin redaksi komite media dan kepala komite medis terluka akibat serangan, ungkap sumber-sumber lokal.

Lembah Wadi Barada, terletak 18 kilometer di barat laut ibukota Damaskus, terus digempur oleh kelompok teroris Hezbollah dan militer Assad selama sebulan terakhir.

Serangan itu menewaskan warga sipil dan menyebabkan kerusakan besar fasilitas umum, termasuk rusaknya pompa yang memasok air bagi jutaan warga Damaskus dan sekitarnya.

Pasukan pro rezim belum meraih hasil seperti yang mereka inginkan, tarik ulur wilayah masih terjadi akibat pertempuran sengit antara pejuang Islam Sunni melawan militan Syi'ah.

Selain jadi sumber air, Wadi Barada juga sangat strategis untuk jalur suplai milisi Hezbollah dari Lebanon. (Orient-news)
Serangan teror menghantam kamp pengungsi Suriah di perbatasan Yordania
Sebuah ledakan besar mengguncang kamp pengungsi al-Rakban di perbatasan Suriah-Yordania, pada Sabtu (21/1).

Menyebabkan sejumlah warga sipil tewas atau terluka, seperti dilaporkan Orient-news.

Ledakan itu disebabkan oleh bom mobil yang diparkir di dekat sebuah pasar kamp.

Menurut sumber militer, 14 warga sipil yang terluka segera dibawa ke wilayah Yordania untuk mendapat perawatan.

Sumber tersebut juga merinci, bom berasal dari jenis kendaraan truk kecil yang diparkir.

Seluruh korban diperkirakan adalah warga pengungsi Suriah, karena jarang petugas kemanusiaan Yordania berada di lokasi.

Perbatasan Yordania-Suriah kerap jadi sasaran serangan, terutama bom bunuh diri kelompok teroris ISIS.

Desember lalu, sebuah sepeda motor penuh bahan peledak juga meledak di kamp al-Rakban, menyebabkan sejumlah kematian dan korban luka.

Kamp ini berisi sekitar 70.000 keluarga Suriah. Mereka mengalami kondisi kemanusiaan yang mengerikan akibat penutupan perbatasan.

Yordania menyegel perbatasannya untuk mencegah serangan teroris ISIS yang menargetkan petugas penjaga perbatasan. Sebuah bom bunuh diri pada Juni 2016 menewaskan 6 tentara Yordania. (Orient-news)
Sejumlah WNI temui presiden Israel
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan akan ada sanksi untuk Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Istibsyaroh yang menemui Presiden Israel Reuven Rivlin di Tel Aviv.

Sanksi tersebut bisa berupa teguran hingga pemberhentian.

"Akan diberi sanksi. Sanksinya tergantung dari tingkat kesalahannya. Dari teguran lisan, teguran tertulis sampai dengan pemberhentian dari kepengurusan", kata Waketum MUI Zainut Tauhid kepada Detikcom, Sabtu (21/1).

Zainut menuturkan, MUI secepatnya menggelar rapat untuk menentukan sanksi. Salah satu agenda terkait masalah ini akan dilakukan pada Selasa (24/1) nanti.

"MUI melarang semua pengurusnya menghadiri undangan dari pejabat Israel. Larangan tersebut berlaku tanpa syarat. Jika ada yang melanggar MUI akan mengevaluasi pengurus yang melanggar tersebut dan jika terbukti bersalah akan memberikan sanksi", ujarnya.

Zainut menegaskan, MUI tidak terikat dengan semua hasil pembicaraan yang dilakukan Istibsyaroh dengan Presiden Israel.

MUI berlepas diri secara penuh terhadap pertemuan tersebut.

"MUI tetap berkomitmen untuk membantu rakyat Palestina melepaskan diri dari cengkeraman zionis Israel menjadi negara yang merdeka dan berdaulat", tegasnya.

Sementara itu, MUI juga telah mengkonfirmasi soal pertemuan dengan Istibsyaroh sendiri.

"Melalui Ibu Profesor Amany Lubis salah seorang Ketua MUI sudah diminta keterangannya dan benar bahwa kunjungan Ibu Istibsyaroh ke Israel tidak atas nama MUI, tapi atas nama pribadi", tuturnya.

Istibsyaroh mengaku tidak mengetahui akan ada pertemuan dengan Presiden Israel Reuven Rivlin.

Dari penjelasannya kepada MUI, ia mengunjungi Israel dengan niat ke Masjid Al-Aqsa. Istibsyaroh mengatakan diajak beberapa orang, termasuk adiknya. (Detikcom)
2 teroris ledakkan diri saat terkepung
Dua tersangka teroris meledakkan diri di kota Jeddah, Arab Saudi, dalam sebuah operasi keamanan Sabtu dini hari.

Menurut saksi mata, petugas keamanan mengepung sebuah rumah di Jeddah timur dan terjadi baku tembak. Orang-orang yang diburu itu kemudian melakukan bom bunuh diri.

2 orang pelaku melakukan perlawanan ketika akan ditangkap. Mereka segera meledakkan diri sehingga menghancurkan bangunan rumahnya.

Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Kementerian Dalam Negeri Saudi yang bertanggung jawab atas laporan keamanan negeri itu.

Menurut Al-Arabiya, warga sekitar menyatakan rasa terima kasih kepada pasukan keamanan yang berhasil membunuh teroris. (Al-Arabiya)
Ilustrasi Turki dan Suriah (Al-Jazeera)
Turki tidak lagi bersikeras bahwa solusi konflik Suriah adalah secepatnya menghapus kekuasaan Basyar al-Assad.

Hal itu terjadi karena karena situasi di lapangan telah berubah secara dramatis, kata Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek, Jum'at kemarin.

"Kami berpikir tentang penderitaan yang dialami rakyat Suriah dan berbagai tragedi, (secara) jelas menyalahkan Assad sepenuhnya. Tapi kami harus pragmatis, realistis", kata Simsek dalam sebuah panel masalah Suriah dan Irak di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss.

"Fakta-fakta di lapangan telah berubah dramatis, sehingga Turki tidak bisa lagi bersikeras penyelesaian (perang) tanpa melibatkan Assad, itu tidak realistis", katanya.

Meski demikian, pekan lalu Juru bicara Presiden Tayyip Erdogan mengatakan perdamaian Suriah tidak mungkin terjadi di bawah kepemimpinan Assad.

Namun Ankara ingin melanjutkan "langkah demi langkah" penyelesaian serta melihat hasil pembicaraan di Astana.

Turki sejak lama ingin Assad segera lengser agar perdamaian di Suriah bisa tercapai.

Ankara mulai melunak sejak pemulihan hubungan baru dengan Rusia, hingga upaya kedua negara menggagas sebuah perundingan politik di luar PBB, di Astana, Kazakhstan. (Reuters)
Nurul Fahmi (kiri) bersama pengacaranya
Ditangkapnya Nurul Fahmi alias NF karena membuat tulisan Tauhid di latar bendera merah-putih mengundang respon simpati dari kalangan Islamis.

Berbagai info tentang kasus ini coba dikumpulkan oleh aktivis Islam. Salah satunya adalah Irfan Noviandana, yang kemarin ikut mendampingi tersangka di Polres Metro Jakarta Selatan.

Berikut beberapa fakta terkait kasus NF yang diungkap Irfan:

1. NF menggambar bendera dengan kalimat Tauhid karena ketidaktauan tentang larangan menggambar di atas Bendera.

2. Ketidaktauan NF atas larangan tersebut didasari karena lazim dan banyaknya gambar-gambar di atas bendera merah putih dalam versi yang lain yang kita semua bisa temukan, contohnya versi Slank, Metallica, Iwan Fals dan lain-lain.

3. NF dijerat dengan pasal yang berat dengan ancaman 5 tahun sehingga ditahan.

4. Proses penangkapan NF berlebihan, dengan dijemput Polisi belasan orang.

5. NF ditangkap dini hari sekitar jam 01.30 WIB tanpa ada proses pemeriksaan sebelumnya, langsung ditetapkan sebagai tersangka.

6. Proses BAP nyaris tidak memiliki pendampingan hukum karena proses penangkapan tiba-tiba tanpa ada pemeriksaan sebagai terperiksa sebelumnya.

7. Setelah proses BAP, NF dinyatakan resmi ditahan di Polres Jakarta Selatan.

8. Setelah kami Tim Pembela NF pulang sekitar jam 4 subuh, kami mendapat kabar NF dipindahkan ke Tahanan POLDA Metro Jaya.

Irfan berpendapat, proses hukum kasus ini terjadi secara tidak adil, karena proses yang sangat cepat untuk bendera yang dibubuhi kalimat Tauhid.

"Proses NF ini sangat tidak adil, dari ketidaktegasan aparat dalam penerapan pasal tentang lambang negara yang sebelumnya lazim dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak menggunakan embel-embel Islam, hari ini kita dipertontonkan sebuah upaya kriminalisasi kepada NF dengan jeratan hukum yang berat karena menggambar Bendera dengan kalimat Tauhiid", kritik Irfan.

Sementara pengacara NF, M Kamil Pasha, mengatakan kliennya telah berulang menggunakan bendera itu saat Aksi Bela Islam. Atas dasar cinta terhadap agama Islam dan negaranya.

"Disela-sela pemeriksaan, saya bertanya kepada Fahmi (Nurul Fahmi), 'Kena kasus macam begini, ente kapok ga bela negara, Islam dan ulama?'..", kata Kamil menceritakan.

Fahmi menjawab, "Ga mungkin kapok bang, ane lanjut terus!"

Penangkapan NF dinilai Kamil berlebihan. Polisi, menurutnya, tidak memberi surat penangkapan.

"Menurut kami, ini sangat berlebihan. Selain itu, surat penangkapan sampai dengan detik ini juga belum diberikan kepada keluarga dan kepada penasihat hukum. Dan itu yang jelas-jelas melanggar Pasal 18 KUHAP. Di mana setelah ditangkap harus segera dikasih salinan berita acara penangkapan", jelasnya, kepada Detikcom.

"Alasannya justru itu, dibilangnya ini alasannya melanggar undang-undang lambang negara. Itu saja, surat penangkapannya hanya dikasih lihat ini, orang awam mana tahu isinya. Kami pun penasihat hukum kalau dikasih lihat sekilas ya kami nggak jelas juga itu isinya apa itu", lanjut Kamil.

Kata Polisi
Polisi memeriksa NF, pembawa merah putih bertuliskan kalimat Tauhid di demo FPI.

"Pengakuannya, zaman dulu kan ada bendera BKR (Badan Keamanan Rakyat) dengan tulisan Arab, karena ada aksi ormas Islam sehingga dia membawa bendera tersebut", jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono, Sabtu (21/1).

Saat ini, NF yang telah berstatus tersangka dan ditahan, masih terus diperiksa secara intensif.

Menurut polisi, NF adalah simpatisan FPI.

Sedangkan FPI menyebut aksi itu adalah kegiatan umat, sehingga siapa saja boleh terlibat, termasuk NF. (Detikcom/FB)
Merah-putih dibubuhi Tauhid
Seperti dikutip Sindonews, pengamat hukum dari Universitas Jember (Unej) Dr Nurul Gufron berpendapat mengenai kasus pembubuhan merah-putih dengan tulisan yang dituding "menghina simbol negara".

Gufron menjelaskan, UU Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 24a jo Pasal 66 menyatakan 'setiap orang dilarang merusak, merobek, menginjak injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain kehormatan bendera negara'. Akan tetapi maksud dari pasal itu dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan.

"Menuliskan tulisan pada bendera itu banyak motifnya, tidak semuanya menghina atau merendahkan", ujarnya.

Menurutnya, kaum nasionalis kerap kali menuliskan bahkan memberi gambar Soekarno pada Bendera Merah Putih.

"Kaum muda sering bawa-bawa bendera dengan berbagai tulisan. Supporter sepak bola, penonton konser rock apalagi sholawatan, sudah lama mengibarkan bendera dengan ditulisi jamaah apa yang semuanya menunjukkan kebanggaan pada Merah Putih", tuturnya.

Terkait peserta demo FPI yang ditangkap dengan delik penghinaan bendera negara  karena menuliskan huruf Arab (kalimat Tauhid), Gufron menjelaskan:

"Delik ini secara hukum memang delik formil tetapi jelas dalam risalah pembentukannya bahwa delik ini dibuat untuk yang motifnya penghinaan. Tidak untuk yang lain", jelasnya.

Ia menilai, polisi dan penegak hukum lain perlu berpikir jauh ke depan. Jangan-jangan 'kohesi' bangsa saat ini retak gara-gara hukum atau penegakan hukum yang tidak adil.

"Yang mengapatiskan, mengikis habis harapan-harapan tentang kesamaan warga di hadapan hukum. Hanya gara-gara itu dilakukan oleh anak buah FPI", katanya.

Nurul menambahkan, perilaku tidak adil melawan hukum dari aparat hukum lebih membangkitkan perpecahan daripada perilaku warga yang menyebar hoax dan fitnah keji untuk saling menghunus pedang sekalipun.

"Senakal-nakal perilaku-perilaku warga kala penegak hukum bertindak tegas dan adil, maka kohesi bangsa masih akan terjaga", tutupnya.

Merah putih dicoret Metalica baru dipelajari
Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengatakan foto Merah Putih bertuliskan Metalica juga akan menjadi objek penyelidikan polisi.

"Kami akan melakukan lidik juga. Saya juga mendapatkan data itu. Kita baru dapat data itu, sehingga kita akan lakukan lidik juga", kata Tito, Kamis lalu.

Tito menjelaskan, setiap gambar atau foto yang beredar di media sosial tidak bisa serta merta dikatakan sebagai penghinaan terhadap bendera Merah Putih. Mengingat ada aturan yang mengatur penggunaan bendera Merah Putih, yakni pada UU RI No. 24 Tahun 2009 khususnya pada Pasal 24.

"Kami lidik dulu, apakah betul gambar itu? Apakah itu ditempel? Apakah itu editan? Kami pelajari dulu", kata Tito. (Sindonews/Liputan6)
Bendera merah putih
Sejumlah bendera merah putih berkibar, masing-masing terikat di sebatang bambu yang diusung massa dalam aksi demonstrasi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/1). Namun, ada yang menarik perhatian.

Pada corak merah putih dibubuhi tulisan Tauhid dan logo pedang bersilang yang bermaksud perjuangan.

Namun menurut polisi hal itu "pelecehan" dan melanggar hukum. Aparat kini tengah mengusut kasus itu yang dianggap sebagai "dugaan penghinaan terhadap lambang negara".

Polisi beranggapan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 bahwa mencoret-coret atau mencetak lambang tertentu di bendera negara, maka dikenakan sanksi pidana.

Sementara di media sosial juga beredar gambar bendera merah putih yang dibubuhkan logo grup musik Metallica, suporter bola atau lambang lainnya.

Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir mengatakan, semestinya asas kesamaan di depan hukum diterapkan kepada bendera merah putih berlogo lain sebagaimana ditemukan di dunia maya itu.

"Kalau ada hukumnya, berarti siapa saja yang menggunakan bendera semuanya dikenakan", ujar Muzakir saat dihubungi, Jumat (20/1).

Muzakir mengatakan, jangan hanya temuan bendera di aksi demo saja yang diusut. Menurutnya, banyak contoh pelanggaran undang-undang terhadap bendera yang semestinya ditangani oleh polisi.

Salah satunya yakni dalam acara yang dibuat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), mereka menggunakan merah putih sebagai latar belakang panggung acara. Namun, itu tidak dilaporkan ke polisi.

Muzakir lantas menyebut kasus musisi Ahmad Dhani yang dilaporkan karena memasang bendera merah putih sebagai latar belakang video klipnya.

Di sana, bendera berukuran raksasa itu dipadukan dengan logo Dewa 19. Dhani kemudian dilaporkan pakar telematika Roy Suryo ke polisi.

"Itu kan bagian kecintaan mereka terhadap tanah air. Tiba-tiba dilaporkan bahwa itu penghinaan bendera", kata Muzakir.

Dalam acara peringatan kemerdekaan RI setiap 17 Agustus pun banyak panggung acara yang menggunakan bendera merah putih sebagai dekorasi panggung dan dibubuhkan tulisan.

Muzakir menilai, penindakan tersebut bisa membuat masyarakat takut menggunakan bendera atau atribut merah putih.

Mereka akan sangat berhati-hati supaya tidak dilaporkan ke polisi karena dianggap menghina lambang negara.

"Bukannya mencintai benderanya, ditempel di mana-mana, bisa juga orang benci atau rasa tidak suka warna merah dan putih", kata Muzakir.

Ia menganggap perlu adanya revisi dalam undang-undang yang mengatur itu. Terutama soal sanksinya. Menurut Muzakir, tak perlu ada pidana penjara atau denda bagi pelanggarnya.

Mengingat banyaknya pelanggaran yang mungkin terjadi karena tak sedikit bendera merah putih ditempeli lambang tertentu.

"Menurut saya, penindakannya teguran aja. Harus hati-hati menggunakan itu. Supaya tidak justru timbul antipati terhadap bendera itu", kata Muzakir.

"Lambang dihormati iya, tapi jangan sampai mengkriminalkan perbuatan dalam hal kecintaan terhadap bendera", kata dia.

Bendera merah putih sebagai lambang negara diatur dalam Pasal 4 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam ayat (1) disebutkan bahwa Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar dua pertiga dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

Diatur juga bahan bendera dan ukurannya sesuai dengan peruntukannya.

Terkait sanksi, dalam Pasal 68 disebutkan bagi setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara bisa dipidana maksimal lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Namun pasal ini juga menyebutkan: "Dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara".

Sementara di pasal 69 disebutkan, penggunaan bendera yang tidak sesuai aturan dikenakan hukuman 1 tahun atau denda 100 juta. (Kompas)
Ilustrasi lucu-lucuan Trump dan kartun Simpson
Donald Trump dan Mike Pence resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden di Gedung Capitol, Washington Amerika Serikat, Jum'at (20/1) waktu setempat.

"Saya Donald John Trump dengan tulus bersumpah, akan dengan tulus menjalankan jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat", kata Trump sambil mengangkat tangan kanannya di hadapan pendeta.

Ia kemudian menyalami pendahulunya, Barack Obama dan Joe Biden. Trump pun melambai ke arah massa di hadapannya, didampingi sang istri, Melania.

Wapres Pence lebih dulu disumpah dengan mengucapkan kalimat yang sama. Ia kemudian memeluk istrinya, Karen, dan anggota keluarganya yang tersenyum bangga.

Di lokasi, 900 ribu orang, termasuk pemrotes, berkumpul seiring prosesi yang berlangsung. Sementara lalu-lintas di sekitar Gedung Putih diblokir menggunakan bus dan truk sampah.

Sebagian besar area di sekitar lokasi tampak tertib. Namun, sekitar 100 orang demonstran sempat berteriak di salah satu titik pemeriksaan dan bergandengan tangan untuk memblokir akses ke acara pelantikan.

Trump dikenal sebagai sosok kontroversial semasa kampanye. Trump mengeluarkan berbagai komentar dan retorikanya yang terkesan serampangan dalam sejumlah isu sensitif.

Ia berpandangan negatif terkait imigran, khususnya warga Meksiko di AS, yang dianggapnya sebagai kriminal narkoba dan pemerkosa.

Serta berjanji memperketat kebijakan keimigrasian untuk membatasi pendatang masuk ke Amerika, termasuk pembangunan tembok pemisah untuk mencegah imigran ilegal.

Trump bahkan menganggap dunia Islam bermasalah dengan AS. (CNN Indonesia/Reuters)